Perkembangan Sejarah Kacamata Di dunia

September 30, 2020 by No Comments

Sejarah kacamata pertama kali dimulai berasal dari Nero, seorang kaisar Roma, yang berkuasa pada tahun 54 hingga 68 Masehi. Nero tetap menggunakan batu permata cekung untuk membaca hingga saksikan pertunjukan, meskipun tidak diketahui bersama dengan pasti apakah Nero punyai kasus bersama dengan penglihatannya. Bangsa Cina barangkali yang pertama kali menggunakan kacamata layaknya kacamata yang lazim digunakan sekarang ini. Biasanya kacamata itu terbuat berasal dari lensa yang berwujud oval terlampau besar dan terbuat berasal dari kristal batu serta bingkai berasal dari tempurung kura-kura. Supaya dapat memegang kacanya, bangsa Cina menggunakan dua kawat yang diberi pemberat serta dikaitkan ke telinga mereka atau lensanya diikatkan ke topi atau menggunakan kait yang dicantolkan ke pelipis mereka. Bagi bangsa Cina sementara itu, kacamata hanya digunakan sebagai jimat keberuntungan atau alat untuk sebabkan mereka keluar lebih keren dan berwibawa agar kadang mereka hanya mengenakan bingkai kacamatanya saja tanpa lensa. Kacamata jadi dikenal di Eropa pada abad ke-13. Namun tidak serupa bersama dengan bangsa Cina, orang Eropa menggunakan kacamata untuk mendukung penglihatan mereka. Kacamata yang dikenakan tetap menyerupai bersama dengan kacamata bangsa Cina yakni terbuat berasal dari kristal batu atau batu transparan. Jika ingin membeli kacamata minus kunjungi kacamata jogja.

kacamataminusjogja.com

Kacamata pertama yang dipergunakan oleh orang Eropa hanya kaca pembesar yang dipegang bersama dengan satu tangan. Setelah itu barulah digunakan lensa kaca ganda yang diberikan gagang agar dapat dikaitkan ke telinga. Lalu, gagangnya pun dihilangkan dan digantikan bersama dengan pita atau tali agar dapat diikatkan ke kepala. Untuk beberapa waktu, orang menggunakan kacamata per, yakni kacamata yang dijepit bersama dengan alat sejenis peniti ke atas hidung. Akhirnya, lama kelamaan, muncullah gagasan untuk menggunakan kawat bengkok yang dikeraskan agar menjadi gagang di telinga.

Lensa yang digunakan untuk mengoreksi penglihatan konon digunakan oleh Abbas Ibn Firnas pada abad ke sembilan. Abbas Ibn Firnas menemukan cara untuk mengolah lensa yang terlampau jernih. Lensa ini ada dibentuk dan diasah menjadi batu bulat yang dapat digunakan untuk membaca agar tenar bersama dengan istilah batu membaca.

Pada akhir abad ketiga belas, selanjutnya ditemukan bahwa pemakaian kaca sebagai lensa jauh lebih baik daripada menggunakan batu transparan. Hal ini berdasarkan hasil penelitian ilmuan dan sejarawan Inggris yang bernama Sir Joseph Needham. Penelitiannya membuktikan bahwa kacamata ditemukan 1000 tahun lalu di Cina dan tersebar ke seluruh dunia pada zaman kehadiran Marco Polo pada tahun 1270. Hal ini juga disebutkan oleh Marco Polo di dalam bukunya tersebut. Walau tidak diketahui secara pasti, tapi orang percaya bahwa tukang kacalah yang menjadi penggagas perihal ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *